Sunday, April 06, 2025

Minggu, 23 Oktober 2011

RIP Marco "Supersic" Simoncelli



Ini adalah kecelakaan paling sadis yang pernah saya lihat. Dalam keadaan hilang kendali, dan berusaha agar motor tidak jatuh tapi naas dua moge lain menghantam dari belakang. Saking mengerikannya kecelakaan itu, video yang pertama diunduh di youtube (slowmotion) dihapus karna kecelakaan itu memang terlihat mengerikan. Tubuh Simoncelli dihantam motor Colin Edward dan sepertinya kepala Simoncelli terlindas oleh motor Valentino Rossi hingga helmnya terlepas. Ya Tuhan, Dunia balap MotoGP kehilangan satu pembalap berbakat begitu cepat, si Bengal Supersic.

Musim 2011 ini memang telah menghadirkan Juara Dunia, Casey Stoner, membuat saya mendahulukan untuk main futsal daripada menonton MotoGP di Sepang Malaysia ini. Tapi ternyata terjadi sejarah yang sangat mengerikan terjadi. Berita kematian Simoncelli baru saya dapat sewaktu nobar Man U Vs City, dan saya merasa tidak percaya akan kejadian ini.
Simoncelli, yang sedang bertarung memperebutkan posisi keempat dengan pembalap Rizla Suzuki, Alvaro Bautista, kehilangan kendali di Tikunga 11, sehingga jatuh. Tetapi, dia dan motornya justru terseret ke jalur milik pembalap Yamaha Tech 3, Colin Edwards, dan pembalap Ducati, Valentino Rossi.
Kecelakaan horor pun tak terelakkan. Motor Edwards menghantam badan Simoncelli sehingga helm pembalap Gresini Honda tersebut terlepas, dan Edwards jatuh di luar trek dan mengalami dislokasi bahu, dan Rossi selamat karena mampu mengendalikan motor meskipun hanya mengalami sedikit kerusakan pada Desmosedici GP11.1 tunggangannya.

Akibat kecelakaan tersebut, Simoncelli langsung menggelepar di atas trek dan tidak bergerak sama sekali. Bendera merah pun langsung dikibarkan, tanda balapan untuk sementara harus dihentikan - selang beberapa saat panitia lomba mengumumkan balapan dibatalkan.

Dokter dari pihak tim medis MotoGP, menyatakan penyebab kematian adalah sejumlah luka serius di kepala, leher dan dada.
Direktur tim medis MotoGP, Michele Macchiagodena mengatakan pembalap Tim Honda Gresini itu tak sadar saat anggota tim medis menjemputnya di lintasan balap. Mereka memberikan pertolongan pertama berupa CPR (napas buatan) baik di mobil ambulans maupun selama 45 menit di pusat medis MotoGP. Namun upaya itu tak mampu menyelamatkan Simoncelli.
"Sayangnya itu tidak bisa menolongnya dan pada 16.56 kami mengumumkan dia telah tiada," ujar sang dokter.



Musim berikutnya, Simoncelli memutuskan bertahan di kelas 250cc, untuk mempertahankan gelar. Tetapi dia gagal melakukannya, karena harus puas menempati peringkat ketiga, karena kalah bersaing dengan Hiroshi Aoyama, yang menjadi rekan setimnya di MotoGP.
Di musim 2011 ini, sinar Simoncelli semakin terang, meskipun dia kerab mendapat kritikan akibat gaya membalapnya yang sangat agresif. Sejak latihan pra-musim hingga balapan resmi, Simoncelli selalu bersaing di barisan depan. Dia pun berhasil menempati pole position di Catalunya dan Assen, dan enam kali berturut-turut start dari barisan depan.
Sayang, semua hasil fantastis pada latihan bebas dan kualifikasi tak bisa dikonversi menjadi juara atau pun minimal finis di podium. Pasalnya, dia kerab mengalami kecelakaan karena jatuh ataupun tabrakan.
Meskipun demikian, Simoncelli tak kenal menyerah. Dia akhirnya mewujudkan impian untuk naik podium MotoGP, ketika finis di urutan ketiga GP Republik Ceko. Hasil terbaik yang diraihnya adalah ketika finis di urutan kedua di GP Australia, akhir pekan lalu.
Atas prestasinya yang mengesankan itu, tim Honda langsung menyodorkan kontrak baru kepadanya, sehingga dia akan tetap membela Gresini pada MotoGP 2012, yang menggunakan mesin 1.000cc. Simoncelli akan mendapatkan mesin dengan spesifikasi seperti tim pabrik.
Namun nasib berkata lain. Simoncelli, yang baru satu kali merasakan motor 1.000cc usai GP Jepang awal Oktober lalu, meninggal dunia akibat kecelakaan di GP Malaysia.


Kematian Marco Simoncelli akibat kecelakaan maut di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (23/10/11), menyisakan duka yang sangat dalam bagi para pelaku olahraga balap di dunia. Ungkapan bela sungkawa datang dari berbagai kalangan, mulai dari mereka yang berkecimpung di arena balap motor hingga balap mobil.
Berikut kutipan pernyataan mereka yang berdukacita akibat kematian Simoncelli:
- Nicky Hayden, pebalap Ducati MotoGP "Terkadang hidup ini sungguh tak masuk akal... RIP (Rest In Peace) #58 - nomor milik Simoncelli, engkau selalu merupakan seorang bintang di dalam dan di luar trek. Kami akan selalu merindukanmu."
"Semua di Rizla Suzuki sangat terpengaruh oleh kejadian tragis hari ini, dan kami mengirimkan rasa duka cita yang besar kepada keluarga Marco dan teman-temannya atas kehilangan yang amat besar ini."
"RIP Marco. Seorang bakat spesial yang akan selalu dirindukan..."
"RIP Marco. Olahraga kami sudah kehilangan seorang pebalap hebat dan teman yang hebat. Pikiranku bersama dengan keluarganya. Saya cukup beruntung pernah menjadi rekan setimnya pada tahun 2002. Dia merupakan teman yang menyenangkan dan mengajarkan saya bahasa Italia pertama yang tak bisa terlupakan!"
"Hari ini kami hancur. Pikiran dan doa kami bersama keluarga Marco pada kecelakaan yang sungguh mengerikan ini, dan bersama timnya. Kata-kata tak bisa menggambarkan emosi yang kami semua rasakan. Keluarga MotoGP telah kehilangan salah satu bintang yang sedang bersinar, sebuah karakter asli yang sangat besar dan kuat, berkharisma, dan memiliki semangat yang tak terbendung, dan kami semua sudah kehilangan seorang teman yang hebat. Kami bekerja sama dengan Marco pada dua tahun pertamanya di MotoGP, dan jelas bahwa dia adalah seorang pebalap sejati, sesuatu yang dia buktikan lagi dan lagi musim ini. Dia bertarung sampai akhir dan seorang showman. Peningkatannya hanya dalam dua musim menjadi hal yang fantastik untuk disaksikan, dan merupakan bukti kemampuannya, bakat, dan dedikasinya kepada olahraga yang begitu dicintainya. Kami ingat kegigihan dan semangat yang dia tunjukkan saat balapan, dan dia akan sangat, sangat dirindukan."
"Hari ini benar-benar dibayangi oleh kematian tragis Marco Simoncelli pada balapan MotoGP di Malaysia. Marco baru saja mengunjungi M-Sport beberapa minggu lalu untuk menguji Fiesta RS WRC. Dia sangat antusias dan senang berada di mobil itu, dan sekarang kami sangat sedih mendengar berita ini. Belasungkawa kami yang dalam untuk keluarga, teman-teman, dan koleganya."
"MotoGP menyampaikan belasungkawa yang dalam kepada keluarga Marco, teman-teman, dan timnya, atas kehilangan yang tragis ini."
"Turut berduka cita kepada keluarga dan teman-teman Marco, setelah pebalap MotoGP itu tak kuasa melawan cedera parah yang dialami akibat kecelakaan tragis pagi ini."
"Saya tidak yakin seorang bintang MotoGP, Simoncelli, sudah meninggal dalam kecelakaan ini, seorang pebalap berbakat sudah hilang hari ini."
"Pekan yang mengerikan bagi olahraga kami... Baru mendengar Marco Simoncelli sudah terbunuh pada balapan MotoGP hari ini... pebalap berbakat - kehilangan bagi MotoGP."
"RIP Marco Simoncelli! Seorang pebalap hebat dan menyenangkan. Saya tidak akan melupakan hari ini. Turut berduka cita."
"Beristirahatlah dalam damai, Sic... kami ucapkan bela sungkawa kepada keluarga dan timmu. Sebuah tragedi."
"Saya tidak tahu harus bilang apa. Marco adalah orang yang menyenangkan, dan pebalap penuh bakat. Kadang-kadang saya kasar kepadanya, seperti ketika dia meraih podium pertamanya di Brno, ketika saya mengatakan: 'Podium yang beruntung!' dan dia begitu marah... tetapi saya ingin memotivasinya. Saya hanya berpikir bahwa ketika dia meraih kemenangan pertama, kami akan merayakannya bersama-sama... Sekarang saya hanya ingin berterima kasih kepada Marco, atas apa yang sudah kamu berikan kepadaku dan ucapan duka citaku kepada keluarganya."
"Dalam sebuah tragedi seperti ini, tak ada yang bisa dikatakan. Saya hanya ingin ucapkan bela sungkawa kepada keluarga dan semua orang yang mencintainya. Saya sudah bersama ayahnya dan yang bisa kami lakukan hanya berpelukan, tak ada yang lain. Itu adalah insiden yang fatal, dan semua orang di paddock masih shock. Kadang kala kami sendiri lupa bagaimana bahayanya olahraga ini, dan ketika anda kehilangan, maka sudah tak ada artinya. Jelas, bahwa kami semua melakukan yang kami suka, apa yang kami cintai, tetapi pada hari-hari seperti hari ini, tak ada yang bisa dikatakan."
"Dalam situasi ini, kata-kata tampaknya tidak sesuai. Saya memikirkan keluarga Marco dan semua orang yang sayang kepadanya, khususnya ayah dan ibunya. Saya juga punya anak, dan apa yang terjadi hari ini adalah situasi paling sulit yang dapat Anda bayangkan. Saya melihat gambar dan sangat terkejut: saat balapan Anda bertarung dan mendorong keras, dan bencana sering muncul di sekitar tikungan. Marco adalah pebalap yang kuat dan dia selalu mendorong keras. Kami membalap bersama sejak kecil, saya melihatnya selalu mendorong secara maksimal, dia sering jatuh, tetapi tanpa cedera besar, dia tampak tak terkalahkan. Apa yang terjadi hari ini tampaknya tidak mungkin."
"Saya terpukul dan sedih kehilangan Marco. Ketika hal seperti ini terjadi, mengingatkan bahwa betapa berharganya hidup ini, dan membuatku merasa sakit. Yang bisa kukatakan adalah turut prihatin dan duka cita kepada keluarga Marco."
"RIP Marco... Seorang pebalap berbakat telah hilang. Duka citaku kepada keluarganya, teman-teman, dan semua orang di MotoGP. Kadang-kadang olahraga motor bisa menjadi kejam..."
"Saya tidak tahu harus berkata apa pada hari seperti ini... Saya hanya tahu bahwa kami akan merindukanmu. Beristirahatlan dalam damai, Marco."










 ----------
 



http://www.xpango.com?ref=93059855

FREE LG Mobile Phones

FREE Microsoft Gaming

FREE Nintendo Gaming

FREE Sony Gaming

FREE Apple HDTVs

FREE Samsung HDTVs

FREE Sony HDTVs









Related Posts



VibrantVitalities.com

0 comments:

Posting Komentar

Advertise

Get Chitika Premium wirausaha online

Sponsor

TDW University


Masukkan Code ini K1-2664B5-A
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com Get cash from your website. Sign up as affiliate

Stats and Visitor

free counters

blog-indonesia.com/
 

Blog Uda Ridwan. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com