
Perawatan mesin mobil salah satunya ditentukan oleh penggantian oli secara rutin. Kuras oli yang lama dan isi dengan oli yang baru, sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Pengerjaannya begitu simple, sehingga banyak pengendara yang hobi utak-atik mobil kadang-kadang melakukannya sendiri di rumah.
Memang hanya dibutuhkan beberapa kunci untuk membuka-tutup baut, dan wadah untuk menampung saat oli bekas dikeluarkan. Tetapi, mengerjakan hal sederhana ini tetap butuh kehati-hatian. Masih banyak pengendara, apalagi masyarakat umum yang tidak mengetahui bahayanya oli bekas jika dibuang secara sembarangan, entah dituang ke tanah, sungai, got, atau mungkin di tempat pembakaran sampah. Tindakan ini sangat tidak ramah lingkungan.
Membakar oli bekas pun tidak direkomendasikan. Karena membakar oli akan membuat polutan di udara semakin banyak, yang secara tidak langsung akan memberi efek buruk pada kesehatan kita. Efek jangka pendeknya adalah iritasi pada mata, kulit bahkan sesak nafas. Efek jangka panjangnya jika terkena terus menerus bisa mempengaruhi kesehatan otak, sistem reproduksi hingga mengakibatkan kanker.
Sebaiknya, tampunglah oli-oli bekas tersebut di wadah yang kosong. Lalu, coba cari informasi bengkel yang tahu tempat-tempat menampung oli bekas, sehingga kita tidak membuang langsung oli bekas tersebut. Atau, jika bertemu dengan petugas pengumpul sampah, minimal sampaikan kepadanya untuk membawa oli bekas itu dan sebutkan bahayanya jika membuang sembarangan. Kadangkala petugas pengumpul sampah malah tahu tempat penampungan oli-oli bekas.
0 comments:
Posting Komentar